This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Akhir Zaman. Show all posts
Showing posts with label Akhir Zaman. Show all posts

Rasulullah SAW yang melihat wujud asli Malaikat Jibril.


Kisah islamiah hadir kembali dengan sajian tentang Rasulullah SAW yang melihat wujud asli Malaikat Jibril.
Bacaan islami, khusus untuk kaum muslimin dan muslimat, agar makin meningkat rasa iman dan takwa kita semua kepada Allah SWT.

Perasaan takut, cemas dan bahagia, mungkin itulah yang dirasakan Rasululah SAW di Gua Hira setelah melihat Malaikat Jibril dan menerima wahyu.
Sesampainya di rumah pun beliau tetap gemetar. Namun itulah amanat Allah SWT. Tugas dakwahpun dimulai.
Kisahnya.
Sebelum menerima wahyu, Nabi SAW sering bermunajat kepada Allah SWT dan menjauhi keramaian, dan Gua Hira lah yang selalu beliau kunjungi pada malam hari. Dan di gua itu pula Rasul akhirnya menerima wahyu yang pertama. Setelah menerima wahyu, beliau memutuskan untuk kembali ke Makkah. Ketika itu, saat perjalanan pulang, suasana alam sekitarnya begitu berbeda. Nabi Muhammad SAW merasakan bahwa semua makhluk berbicara dan mengucapkan selamat kepada beliau karena menjadi nabi yang terakhir.

Sungguh luar biasa, diluar nalar, diluar pikiran manusia biasa, bahwa ada seseorang yang mampu mendengar pembicaraan makhluk lain selain manusia.
Contoh mukjizat Rasulullah SAW adalah pada postingan beberapa bulan yang lalu dengan judul Dialog Rasulullah SAW dengan Gunung.
Hal yang demikian bukanlah hal sulit bagi Allah dan Rasulnya untuk berbicara dengan benda mati seperti gunung itu.

lanjut lagi..
Badan Gemetar.
Rasulullah dibuat terkejut dengan apa yang dilihat dan didengar dan juga terdengar gemuruh suara dari langit.
Malaikat Jibril yang menampakkan dirinya dalam bentuk aslinya berkata kepada Rasululah SAW,
"Muhammad! Engkau adalah utusan Allah dan aku adalah Malaikat Jibril!"
Setelah menampakkan diri, malaikat itu kemudian menghilang dari pandangan Rasulullah SAW. Beliaupun bergegas menuruni gunung dan langsung menuju rumahnya.

Sesampainya di rumah, Khadijah sangat terkejut telah mendapati suaminya dalam keadaan ketakutan dan gelisah seperti itu. Suaminya terlihat tidak mampu berbicara dan bergemetar. Rasulullah berulangkali berkata kepada istrinya,
"Selimuti aku! Selimuti aku!"
Khadijah pun membantu beliau ke tempat tidur dan menyelimutinya. Rasulullah memutuskan untuk beristirahat sejenak.

Ketika sudah merasa tenang, beliau menceritakan apa yang terjadi kepada istrinya satu persatu.
Beliau menambahkan,
"Aku takut Khadijah! Aku takut sesuatu yang berbahaya akan menimpaku."
Sebagai istri, Khadijah berusaha menenangkan suaminya.
"Apa yang perlu ditakutkan?" Jamgan khawatir, Allah SWT tidak akan pernah mempermalukan seorang hamba sepertimu," ucap Khadijah.
Sungguh Khadijah itu seorang istri yang sangat luhur budi pekertinya serta taat suami.

Dukungan Istri.
Rasulullah SAW baru saja diberi tugas berat. Jadi, ketakutan yang beliau rasakan itu adalah wajar dan bisa dimengerti. Melihat suaminya sudah tenang, Khadijah bertutur lagi,
"Engkau selalu menyampaikan kebenaran, semua orang mempercayaimu. Engkau bersikap baik kepada semua orang. Dari hal itu, aku mengharapkan engkaulah nabi yang ditunggu-tunggu itu,"ucap Khadijah menenangkan suaminya.
Rasulullah pun menjadi lebih tenang hatinya. Dukungan dari Khadijah membuatnya merasa jauh lebih baik.

Khadijah selalu yakin suaminya akan menjadi seorang nabi. Ia pun memikirkan siapa orang yang tepat untuk mendapatkan berita itu pertama kali. Pada saat itulah nama Waraqah yang muncul pertama di benak Khadijah. 

Waraqah adalah seorang yang sudah tua, penglihatannya pun terganggu, tapi Waraqah masih bisa menerjemahkan berbagai kejadian dengan baik.
Khadijah dan Rasulullah SAW akhirnya menemui Waraqah. Mereka hanya bisa berbagi rahasia semacam itu dengan orang bijak seperti Waraqah.

Dukungan Waraqah.
Nabi pun menceritakan semua peristiwa yang dialami.
Waraqah mendengarkan dengan penuh perhatian dan kebahagiaan pun terpancar dari raut wajah laki-laki bijak itu. Ketika Rasulullah SAW selesai bercerita, Waraqah berkata,
"Malaikat yang kau lihat itu adalah Jibril. Dan kaulah nabi yang ditunggu-tunggu itu."
Nabi pun dengan tenang mendengarnya, sebab ucapan Waraqah memang berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya dari kitab-kitab yang pernah dibacanya.

"Aku berharap bisa menjadi muda saat kau mengajak orang-orang ke ajaran yang benar ini. Dan aku berharap, bisa bersamamu serta membantumu saat orang-orang mengusirmu dari Makkah," tutur Waraqah dengan lembut.
Rasulullah pun terkejut dan bertanya,
"Mengapa mereka akan mengusirku dari Makkah?" tanya Rasulullah SAW.

Dengan bijak Waraqah menjawab,
"Dalam setiap masa selalu ada orang jahat. Mereka akan memperlakukanmu dengan buruk. Mereka akan menuduhmu sebagai tukang sihir dan mereka akan mengusirmu dari Makkah. Kalau saat itu akau masih diberi umur panjang, aku pasti akan membantumu dan mendukungmu," jelas Waraqah.

Setelah menjawab pertanyaan Nabi Muhammad SAW, Waraqah kemudian berdiri dan membungkukkan badan lalu mencium kening Rasulullah SAW, Ia begitu sangat bahagia karena bisa bertemu dengan nabi akhir zaman yang akan mengajarkan kebenaran dan mencegah kemungkaran.
Dukungan, kasih sayang dari istrinya Khadijah dan seorang ahli kitab Waraqah sangat menentramkan hatinya. Dakwah pun dimulai, hingga saat ini ajaran Nabi Muhammad masih langgeng, kita imani kerasulannya, dialah utusan Allah, Nabi terakhir yang diturunkan.

Ilmuwan NASA Membenarkan Matahari Sangat Mungkin Akan Terbit dari Barat

Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menyatakan dalam haditsnya bahwa kelak matahari akan terbit dari Barat sebagai bukti keagungan Allah SWT dan ciri-ciri kiamat sudah semakin dekat.


"Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu." (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).

Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya dibawah.

Dari Ibn 'Abbas, "Maka Ubai bin Ka'ab berkata, Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?"

Rasulullah menjawab: "Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat." (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).

Matahari Terbit dari Barat Dibenarkan (Demitri Bolyakov) Ilmuan Fisika dan akhirnya Masuk Islam, SubhanAlloh
Demitri Bolyakov, sorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke-Islamannya adalah fisika. Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorang Demitri Bolyakov masuk Islam?

Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.

Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori modern yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut.

Akan tetapi Demitri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari Nabi SAW yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya.

Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai sumber satu-satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini.

Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.

Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan "Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika". Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan 'kekuatan penggerak' yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung.

Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak.

Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa 'gerak' perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit dari Barat.

Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian.

Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. 
Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya." (dari kitab Islam wa Qishshah).

Why Iran’s Top Leaders Believe That the End of Days Has Come


               Why would Iran authorize a major terrorist operation on American soil? Skeptics say the much-discussed “foiled” Iranian plot makes no sense. We will know soon enough if the Feds have sufficient evidence related to this specific plot. But Iranian leaders may, in fact, have a motive to accelerate direct attacks on the U.S.: Shia Islamic eschatology, or “End Times” theology.
Iran’s Ayatollah Ali Khamenei and President Mahmoud Ahmadinejad are convinced that the End of Days has come. They believe the Shia messiah known as the “Twelfth Imam” or the “Mahdi” will appear soon to establish a global Islamic kingdom known as the caliphate.
What’s more, they believe the way to hasten the coming of the Twelfth Imam is to annihilate Israel (which they call the “Little Satan”), and the United States (which they call the “Great Satan”). We should not, therefore, be surprised that Iran is probing for weaknesses in American intelligence and homeland security.
Khamenei told Iranians in July 2010 that he personally met with the Twelfth Imam. He also claimed to be the personal representative of the Mahdi on earth, and said all Muslims must “obey him.” Meanwhile, Western intelligence agencies say he continues to work with Ahmadinejad and the Iranian military to develop nuclear warheads and the ballistic missiles to deliver them.
Much of the media has focused on Iran’s threats to wipe Israel “off the map.” But journalists have generally ignored the fact that the Iranian regime is equally determined to destroy the United States.
On October 26, 2005, for example, Ahmadinejad said, “God willing, with the force of God behind it, we shall soon experience a world without the United States and Zionism.”
On June 2, 2008, Ahmadinejad said, “Today, the time for the fall of the satanic power of the United States has come, and the countdown to the annihilation of the emperor of power and wealth has started.”
Iran’s leaders actually believe that the destruction of the U.S. is foreordained, just as the Soviet Union’s implosion was predetermined. They see U.S. economic weakness as a sign that the end of America is near.
Other signs include President Obama’s political weakness in the polls and his unwillingness to use force against Iran even after the Iranian murder of Americans in Iraq, Afghanistan, Saudi Arabia and Lebanon over the years.
            Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu sees the gravity of the situation. “The Obama presidency has two great missions: fixing the economy, and preventing Iran from gaining nuclear weapons,” he told The Atlantic magazine in March 2009. “You don’t want a messianic apocalyptic cult controlling atomic bombs,” Netanyahu said of the Iranian leadership. “When the wide-eyed believer gets hold of the reins of power and the weapons of mass death, then the entire world should start worrying, and that is what is happening in Iran.”’ Unfortunately, Netanyahu hasn’t seen the Obama administration strengthen the American economy or take decisive measures to stop Iran from getting the Bomb, and he is getting anxious. “The international community must stop Iran before it’s too late,”
          Netanyahu warned in his United Nations speech last month. “If Iran is not stopped, we will all face the specter of nuclear terrorism, and the Arab Spring could soon become an Iranian winter….The world around Israel is definitely becoming more dangerous.”
To truly understand how just how dangerous Iran’s regime really is, American leaders need to better understand Shia eschatology.
          The Twelfth Imam was a real, flesh-and-blood person who, like the eleven Shia leaders who went before him, was an Arab male, a direct descendent of the founder of Islam, and was thought to have been divinely chosen to be the spiritual guide and ultimate human authority of the Muslim people. His actual name was Muhammad Ibn Hasan Ibn Ali, and it is generally believed by Shias that he was born in Samarra, Iraq, in AD 868. At a very young age, however, Ali vanished from society. Some say he was four years old, while others say five and some say six. Some believe he fell into a well in Samarra but his body was never recovered. Others believe the Mahdi’s mother placed him in the well to prevent evil rulers from capturing him and killing him, and that little Ali subsequently became supernaturally invisible.
               This is where the term “Hidden Imam” is derived, as Shias believe that Ali is not dead but has simply been hidden from the sight of mankind – Shias refer to this as “occultation” – until the End of Days, when Allah will reveal him once again.Shias believe the Mahdi will return in the last days to establish righteousness, justice, and peace. When he comes, they say, the Mahdi will bring Jesus with him. Jesus will be a Muslim and will serve as his deputy, not as King of kings and Lord of lords as the Bible teaches, and he will force non-Muslims to choose between following the Mahdi or death.

By most accounts, Shia scholars believe the Mahdi will first appear in Mecca and conquer the Middle East, then establish the headquarters of his global Islamic government—or caliphate—in Iraq. But there is not universal agreement. Some believe he will emerge from the well at the Jamkaran Mosque in Iran and then travel to Mecca and Iraq. Some say that he will conquer Jerusalem before establishing his caliphate in Iraq. Others believe Jerusalem must be conquered as a prerequisite to his return. None of this is actually written in the Kuran, and Sunnis reject this eschatology.  But one thing that is fairly well agreed upon among devout “Twelvers” is that the Mahdi will end apostasy and purify corruption within Islam.

He is expected to conquer the Arabian Peninsula, Jordan, Syria, “Palestine,” Egypt and North Africa, and eventually the entire world. During this time, he and Jesus will kill between 60 and 80 percent of the world’s population, specifically those who refuse to convert to Islam.
Ayatollah Ibrahim Amini, a professor at the Religious Learning Centre in Qom, wrote a noteworthy book entitled, Al-Imam al-Mahdi, the Just Leader of Humanity, describing the connection between Shia eschatology and Iranian foreign policy. “Those who persist in their disbelief and wickedness shall be killed by the soldiers of the Mahdi,” wrote Amini. “The only victorious government in the entire world will be that of Islam, and people will devotedly endeavor to protect it. Islam will be the religion of everyone, and will enter all the nations of the world. . . .The Mahdi will offer the religion of Islam to the Jews and the Christians; if they accept it they will be spared, otherwise they will be killed. . . . It seems unlikely that this catastrophe can be avoided. . . . Warfare and bloodshed [are] inevitable. . . The Imam of the Age and his supporters will overcome the forces of disbelief and godless materialism by undertaking jihad.”

In light of such End Times theology, we shouldn’t be surprised that the Iranian regime is taking a more aggressive posture towards the U.S. and Israel. Instead, we should be taking decisive measures to prevent Iran from blind-siding us in the not-too-distant future with a nuclear terrorist attack or even an electromagnetic pulse (EMP) attack.
Unfortunately, most of Washington and the world’s leadership is asleep to the prospect of this gathering storm. It is time to wake up, before it’s too late.
Joel C. Rosenberg is the author of eight New York Times best-selling books about the Middle East. His most recent political thriller is “The Tehran Initiative.” 

Kamus "BAHASA" gaul 2011...capcus baca...!!!


Bahasa gaul sebenarnya sudah ada sejak
1970-an. Awalnya istilah-istilah dalam bahasa gaul itu untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Tapi karena sering juga digunakan di luar komunitasnya, lama-lama istilah-istilah tersebut jadi bahasa sehari-hari.
Kita pasti sering mendengar istilah-istilah gaul seperti cupu, jayus, atau jasjus, dan sebagainya. Bahkan mungkin kita sendiri sering menggunakannya dalam obrolan sehari-hari dengan teman-teman. Sebagai anak gaul, ya kita sih senang-senang saja menggunakan kosakata barn yang enggak ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Paling- paling guru bahasa Indonesia atau orangtua kita saja yang agak risi kalau kebetulan mereka mendengarnya.
Seharusnya mereka enggak perlu merasa terganggu mendengar bahasa gaul remaja zaman sekarang. Toh di saat mereka muda dulu, mereka juga punya bahasa gaulnya sendiri. Iya, bahasa gaul enggak hanya muncul belakangan ini saja, tapi sudah muncul sejak awal 1970-an. Waktu itu bahasa khas anak muda itu biasa disebut bahasa prokem atau atau bahasa okem. Salah satu kosakata bahasa okem yang masih sering dipakai sampai sekarang adalah "bokap".
Bahasa okem awalnya digunakan oleh para preman yang kehidupannya dekat sekali dengan kekerasan, kejahatan, narkoba, dan minuman keras. Istilah-istilah baru mereka ciptakan agar orang-orang di luar komunitas mereka enggak mengerti. Dengan begitu, mereka enggak perlu lagi sembunyi-sembunyi untuk membicarakan hal negatif yang akan maupun yang telah mereka lakukan.
Karena begitu seringnya mereka menggunakan bahasa sandi mereka itu di berbagai tempat, lama-lama orang awam pun mengerti yang mereka maksud. Akhirnya mereka yang bukan preman pun ikut-ikutan menggunakan bahasa ini dalam obrolan sehari-hari sehingga bahasa okem tidak lagi menjadi bahasa rahasia. Kalau enggak percaya, coba deh tanya bokap atau nyokap kita, tabu enggak mereka dengan istilah mokal, mokat, atau bokin. Kalau mereka enggak mengerti artinya, berarti di masa mudanya dulu mereka bukan anak gaul.
Dengan motif yang lebih kurang sama dengan para preman, kaum waria juga menciptakan sendiri bahasa rahasia mereka. Sampai sekarang kita masih sering kan mendengar istilah "bencong" untuk menyebut seorang banci? Nah, kata bencong itu sudah ada sejak awal 1970-an juga, ya... hampir bersamaan deh dengan bahasa prokem. Pada perkembangannya, konon para waria atau banci inilah yang paling rajin berkreasi menciptakan istilah-istilah baru yang kemudian memperkaya bahasa gaul.
Kosakata bahasa gaul yang berkembang belakangan ini sering enggak beraturan alias enggak ada rumusnya. Sehingga kita perlu menghafal setiap kali muncul istilah baru. Misalnya untuk sebuah lawakan yang enggak lucu, kita biasa menyebutnya garing atau jayus. Ada juga yang menyebutnya jasjus. Untuk sesuatu yang enggak oke, biasa kita sebut cupu. Jayus dan cupu bisa dibilang kosakata baru.
Ini berbeda dengan bahasa okem dan bahasa bencong yang populer di tahun 1970-an. Misalnya, kata bokap dan bencong merupakan kata bentukan dari kata bapak dan banci.
Ada rumusnya
Ada banyak ragam bentukan bahasa gaul. Berikut ini penjelasan singkat beberapa metode atau rumus dalam membentuk atau memodifikasi kata.
- Tambahan awalan ko.
Awalan ko bisa dibilang sebagai dasar pembentukan kata dalam bahasa okem. Caranya, setiap kata dasar, yang diambil hanya suku kata pertamanya. Tapi suku kata pertama ini huruf terakhirnya harus konsonan. Misalnya kata preman, yang diambil bukannya pre tapi prem. Setelah itu tambahi awalan ko, maka jadi koprem. Kata koprem ini kemudian dimodifikasi dengan menggonta-ganti posisi konsonan sehingga prokem. Dengan gaya bicara anak kecil yang baru bisa bicara, kata prokem lalu mengalami perubahan bunyi menjadi okem.
Contoh lainnya:Mati - komat (ko+mat) - mokat
Bini - kobin (ko+bin) - bokin
Beli - kobel (ko+bel) - bokel
Bisa - kobis (ko+bis) - bokis
Dengan metode yang sama, waria di Jawa Timer mengganti awalan ko dengan si
- Kombinasi e + ong
Kata bencong itu bentukan dari kata banci yang disisipi bunyi dan ditambah akhiran ong. Huruf vokal pada suku kata pertama diganti dengan e. Huruf vokal pada suku kata kedua digani ong.
Contoh lain:
Makan - mekong
Sakit - sekong
Laki - lekong
Lesbi - lesbong
Mana - menong
Ada juga waria yang kemudian mengganti tambahan ong dengan es sehingga bentukan katanya
Banci - bences
Laki - lekes
Tambahan sisipan Pa/pi/pu
Setiap kata dimodifikasi dengan penambahan pa/pi/pu/pe/po pada setiap suku katanya. Maksudnya bila suku kata itu bervokal a, maka ditambahi pa, bila bervokal i ditambahi pi, begitu seterusnya.
Contoh:
Mati - ma (+pa) ti(+pi) - mapatipi
Cina - ci (+pi) na (+pa) - cipinapa
Gila - gi (+pi) la(+pa) - gipilapa
Tilang - ti (+pi) la(+pa)ng - tipilapang
Bahasa gaul dengan bentukan kata macam ini rasanya merepotkan. Memang sih sebagai bahasa sandi atau bahasa rahasia mungkin cukup ampuh. Tapi enggak praktis. Bayangkan saja sebuah kata yang tadinya terdiri dari dua suku kata jadi empat suku kata. Jadi terlalu panjang mengucapkannya.
- Sisipan in
Pernah dengar istilah lines? Lines itu artinya 'lesbi'. Rumusnya, setiap suku kata pertama disisipi in. Kata les-bi disisipi -in jadi 1(in)es b(in)I = linesbini. Biar gampang sering disingkat jadi lines saja.
Contoh lain:Banci - b(in)an-c(in)i - binancini
Mandi - M(in)an-d(in)i -- Minandini
Toko - t(in)o-k(in)o - tinokino
Homo - h(in)o-m(in)o - hinomino
Contoh-contoh di atas bisa dibilang pembentukan kata yang beraturan. Ada juga bentukan kata yang enggak beraturan, jadi enggak bisa dibikin rumusnya. Misalnya kata cabut yang kemudian jadi bacut. Artinya pergi atau berangkat. Bisa juga diartikan lari atau kabur bila diucapkan dengan intonasi tinggi dan panjang (Cabuuut...!). Susah kan, menghubung-hubungkan kata pergi, berangkat, lari, atau kabur dengan kata cabut. Contoh lainnya kata kece untuk cantik. Coba deh dikutak- katik, siapa tahu bisa dibuatkan rumusnya.
Istilah dalam bahasa gaul sekarang ini kayaknya cenderung ke arah yang enggak beraturan itu atau dengan menyingkat kata
Misalnya kalau kita mendengar ada orang yang bilang "macan tutul di Gedung MPR, pamer paha di jalan tol" tentu itu bukan menunjukkan arti sebenarnya. Enggak ada macan tutul di MPR dan enggak ada cewek-cewek pakai rok mini di jalan tol. Tapi maksud dari kalimat tersebut: "macet total di depan Gedung MPR dan padat merayap tanpa harapan di jalan tol".
Masuk KBBI
Bahasa gaul rupanya enggak cuma menarik buat para penggunanya, tapi juga menarik untuk diseminarkan. Buktinya kira-kira setahun yang lalu pernah digelar acara diskusi "Bgak ada macan tutul di MPR dan enggak ada cewek-cewek pakai rok mini di jalan tol. Tapi maksud dari kalimat tersebut: "macet total di depan Gedung MPR dan padat merayap tanpa harapan di jalan tol".
Masuk KBBI
Bahasa gaul rupanya enggak cuma menarik buat para penggunanya, tapi juga menarik untuk diseminarkan. Buktinya kira-kira setahun yang lalu pernah digelar acara diskusi "Bahasa Slang, Bahasa Gaul dalam Dinamika Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing" di
ahasa Slang, Bahasa Gaul dalam Dinamika Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing" di Perpustakaan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Yang jadi pembicaranya, antara lain, seniman Remy Silado dan Kepala Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dendy Sugono.
Pak Dendy bilang, bisa saja istilah-istilah gaul dicantumkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang akan diterbitkan pada tahun 2008. Di samping itu, Pusat Bahasa Depdiknas pun akan mengeluarkan KBBI yang hanya memuat istilah-istilah baku. Dengan kata lain, kalau inisiatif Pak Dendy ini terlaksana, tahun 2008 nanti akan ada dua versi KBBI. Salah satunya akan mencantumkan istilah-istilah gaul. Kayaknya rencana Pusat Bahasa mencantumkan istilah gaul dalam KBBI bukan omong kosong. Indikasinya sudah kelihatan kok. Beberapa bulan lalu lembaga ini pernah merilis tentang asal-usul istilah gaul. Dari istilah nih ye, memble, kece, bo, nek, jayus, jaim, sampai gitu loh Hebat kan mereka bisa menemukan siapa saja orang pertama yang menciptakan/menggunakan atau memopulerkan istilah-istilah tersebut. Nah, kita masih ada waktu setahun lebih untuk menciptakan istilah-istilah baru untuk dicantumkan dalam KBBI.
Kongkow : Nongkrong (dipakai untuk melakukan aktifitas kumpul-kumpul bareng temen-temen)
Ngastik : Nggak asik (dipake buat mengungkapkan sesuatu yang tidak enak dirasa, didengar, dan diliat)
Lonte : Pelacur
Poskul : Pulang sekolah (kadang juga berlaku buat menyatakan pulang kantor)
SMS= suka sama suka
sodokur= sodara
Titi kamal= hati2 kalau malam
balon= bakal calon
bekibolang= belok kiri boleh
brondong= lebih muda
brownis= brondong manies
cemat= cewe matre
cemen= gak ada nyali
CDMA= cape deh males ah
cileduk= cinta lewat dukun
Dedi dores= dengan dirinya doa restu
ember= iya (benar/setuju)
gahom= gagah homo
Gorda : gorila darat (khusus buat orang yang mukanya jelek banget!!)
Back ground : Back = belakang Ground = Genderuwo (coba Loe artiin sendiri)
Lekong : Banci kaleng
Mawar : mau
Sangs : kepengen