This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kisah Inspirasi Honda (sang pendiri kerajaan Honda)


Soichiro Honda: Kesuksesan Saya Ini Hanya 1%, Kegagalan 99%





 Soichiro Honda (本田宗一郎 Honda Sō'ichirō, lahir 17 November 1906 – meninggal 5 Agustus 1991 pada umur 84 tahun) adalah seorang industrialis Jepang yang dilahirkan di Hamamatsu, Shizuoka, Jepang.
 Cobalah amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda selalu terbentur pada Honda, baik berupa mobil maupun motor. Merk kendaran ini menyesaki padatnya lalu lintas, sehingga layak dijuluki “raja jalanan”. Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri “kerajaan” Honda – Soichiro Honda – diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. “Nilaiku jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya di sekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun.
Setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengidap lever. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi…
Kecintaannya kepada mesin, mungkin ”warisan” dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang. Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri.
Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja di situ, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu.
Tawaran ini tidak ditampiknya. Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama.
Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel. Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah – pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah.
“Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentaukum makanan dan pengaruhnya”, ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijazah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan. Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.
Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.
Akhirnya, tahun 1947, setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, “sepeda motor” – cikal bakal lahirnya mobil Honda – itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Di sinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi “raja” jalanan dunia, termasuk Indonesia.
             Meski sepeda motornya sukses, Honda ternyata terbentur masalah finansial bahkan terancam bangkrut. Ia memang seorang penemu dan mekanik yang hebat namun tidak pandai mengelola keuangan. Inilah yang kemudian mempertemukan dengan Takeo Fujisawa.
Di mata karyawannya, Soichiro terkenal keras, bahkan tak jarang dia "main tangan" dalam arti yang sesungguhnya. Bekerja dengan Soichiro berarti ada dua pilihan: pindah ke perusahaan lain atau belajar dengannya. Selain mencintai dunia permesinan, Soichiro sendiri tergila-gila dalam dunia balap. Itu pula yang kemudian menjadi kunci suksesnya. Dari arena balap, dia mendapatkan masukan berharga bagi pengembangan produknya. Bahkan ketika baru memasuki dunia pembuatan mobil pada tahun 1962, hanya 2 tahun sesudahnya, ia langsung merealisasikan idamannya, terjun di arena Formula 1. Sedangkan di kancah produksi massal, Honda menelurkan produk yang sangat disukai pasar, hemat bahan bakar dan berkecepatan tinggi, yang menjadi trade merk Honda hingga sekarang. Ketika ia pensiun pada 1973, ia menyerahkan pimpinannya pada Kiyoshi Kawashima. Soichiro meninggal pada tahun 1991 di usia 84 akibat penyakit liver. Meninggalkan istrinya, Sachi dan seorang anak laki-laki serta dua anak perempuan.


Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. “Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya”, tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan.
Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Sukses itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang “Raja” jalanan.

Ada 5 Resep keberhasilan Honda:
1. Selalu berambisi dan berjiwa muda.
2. Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu memperbaiki produksi.
3. Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda senyaman mungkin.
4.Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5. Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.
Jelas kisah Honda ini merupakan contoh, bahwa sukses itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, dan hanya berasal dari keluarga miskin. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia terus bermimpi dan bermimpi.

Benarkah Barcode Berhubungan Dengan Angka 666 / Simbol Setan (Satanisme)

B arcode atau Kode garis-garis batangan bukan barang baru bagi kebanyakan orang. Hampir di seluruh produk buatan pabrik, bahkan kini di banyak produk rumahan, semuanya mencantumkan kode batangan ini. Kode yang terdiri dari garis-garis dengan ketebalan yang bervariasi oleh banyak kalangan dianggap sebagai sesuatu yang mempermudah pengidentifikasian suatu barang. Barcode ini lahir di Amerika Serikat pada awal tahun 1970-an.
Perkembangan demi perkembangan global ini, membuat kalangan yang sejak awal mencurigai ada misi tersembunyi di balik penggunaan Barcode, semakin yakin dengan kecurigaannya. Mereka kebanyakan berlatar belakang sebagai Simbolog, Penulis, Peneliti, dan Pengkaji Alkitab.

Salah satunya adalah Mary Stewart Relfe, PhD. Perempuan pengusaha sukses dari Montgomerry, AS, yang juga berprofesi sebagai seorang pilot sekaligus instruktur peralatan Multi Engine Instrument Flight, telah menulis dua buah buku best-seller yang menyoroti konspirasi ini. Salah satunya berjudul “666 The New Money System” (1982).
Dalam bukunya tersebut, Mary Stewart yang juga seorang pengkaji Alkitab, sejak kecil sangat yakin bahwa penggunaan Barcode terkait erat dengan rencana-rencana tersembunyi dari konspirasi untuk menguasai dunia

Tiga Tahapan Menurut Stewart, upaya Konspirasi untuk menguasai dunia dalam hal  pengidentifikasian dan pengendalian dunia terbagi dalam tiga tahapan: 
Tahap Pertama, Dimulai tahun 1970 yang dijadikan titik awal bagi langkah-langkah ini.
Tahap Kedua dimulai tahun 1973. Penggunaan Barcode yang awalnya diterapkan pada barang manufaktur, kini mulai diterapkan pada manusia, antara lain lewat nomor kodifikasi Angka Kesejahteraan Sosial (The Social Security Number) yang digabungkan dengan sistem pemberian angka secara universal. Penggabungan dua kodifikasi angka ini menjadi kode-kode batangan (Barcode) yang mirip dengan Barcode pada produk manufaktur yang telah diterapkan tiga tahun sebelumnya.

Awalnya diterapkan pada kartu-kartu pintar seperti Credit Card, Debit Card, ID Card, dan sebagainya. Namun pada perkembangannya juga mulai diterapkan pada manusia. Target utama tahap kedua ini adalah pemerintahan, perbankan, dan perusahaan-perusahaan pembuat kartu-kartu pintar (Smart Card).
Tahap Ketiga meliputi usaha untuk mengidentifikasikan setiap macam yang ada di dunia ini, baik yang bergerak maupun yang tidak. Semua pengidentifikasian ini berguna untuk mengetahui sisi lemah suatu kelompok, wilayah, bahkan suatu bangsa, yang nantinya bisa dijadikan senjata bagi Konspirasi. Angka Iblis, Para pengkritisi Barcode berhasil menemukan salah satu rahasia paling vital dari kode-kode batangan ini. Semua Barcode atau yang juga dikenal sebagai Universal Product Code (UPC) Barcode memiliki angka 666 dan 13.


Untuk mengetahuinya, silakan melihat Barcode yang ada di berbagai produk. Perhatikan jumlah angka yang ada di bawah garis-garis batangan. Jumlahnya selalu 13 angka. Angka 6 yang disimbolkan dalam kamus Barcode terdiri dari dua garis tipis saling berhadapan terletak di sisi paling kiri dan paling kanan Barcode, dan satunya lagi garis paling tengah. Ketiga garis yang melambangkan angka 6 ini lebih panjang dibanding garis-garis lainnya.

Jadi, seluruh UPC Barcode yang tersebar di dunia ini memiliki rangka 666. Dalam bukunya, Mary Stewart Refle mengutip salah satu ayat Alkitab: “Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya. Dan tidak seorang pun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. Yang penting di sini ialah hikmat: Barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya adalah: 666” (Wahyu 13: 16-18

HIKMAH PUASA ‘ASYURA

HIKMAH PUASA ‘ASYURA ( Jatuh tgl 5 Desember 2011 .)

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda : “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam”. (HR. Muslim)
“ Ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘Asyura’, maka beliau bertanya : “Hari apa ini?”. Mereka menjawab :“Ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, oleh karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun bersabda : “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian“ . Maka beliau berpuasa dan memerintahkan sahabatnya untuk berpuasa.”(HR Bukhari dan Muslim)
Sebagian ulama seperti Ibnul Qayyim dan yang selain beliau menyebutkan bahwa puasa ‘Asyura terbagi menjadi tiga keadaan:

1. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan Tasu’ah (9 Muharram), ini yang paling afdhal.
2. Berpuasa pada hari ‘Asyura dan tanggal 11 Muharram, ini kurang pahalanya daripada yang pertama.
3. Berpuasa pada hari ‘Asyura saja, sebagian ulama memakruhkannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk menyelisihi Yahudi, namun sebagian ulama yang lain memberi keringanan (tidak menganggapnya makhruh).

Berdasarkan hadist Ibnu Abbas ra, bahwasanya ia berkata : Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari ‘Asyura’ dan memerintahkan kaum Muslimin berpuasa, para shahabat berkata : “Wahai Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani”. Maka Rasulullah pun bersabda :”Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan.“ (H.R. Bukhari dan Muslim)

HIKMAH PUASA ‘ASYURA
Dari Abu Qatadah -radhiyallahu ‘anhu-, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”. (HR. Muslim)
Dosa-dosa yang dihapus disini adalah dosa-dosa kecil saja. Adapun dosa-dosa besar, maka seorang Muslim harus bertaubat dengan taubat nasuha, jika ingin diampuni oleh Allah swt.
Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : ” Sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari Aasyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat. Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Aasyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.”
Lalu para sahabat bertanya Rasulullah S.A.W : ” Ya Rasulullah S.A.W, adakah Allah telah melebihkan hari Aasyura daripada hari-hari lain?”. Maka berkata Rasulullah S.A.W : ” Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Aasyura, menjadikan laut pada hari Aasyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Aasyura, menjadikan Nabi Adam dan juga Hawa pada hari Aasyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Aasyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Aasyura, Allah S.W.T menenggelamkan Fir’aun pada hari Aasyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Aasyura, Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Aasyura, Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Aasyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Aasyura !”.
Semoga bermanfaat. dan selamat menjalankan ibadah puasa sunah asyura bagi yang menjalankan nya , semoga ibadah puasa sunah nya di terima Allah,Swt ……. amin

Why Iran’s Top Leaders Believe That the End of Days Has Come


               Why would Iran authorize a major terrorist operation on American soil? Skeptics say the much-discussed “foiled” Iranian plot makes no sense. We will know soon enough if the Feds have sufficient evidence related to this specific plot. But Iranian leaders may, in fact, have a motive to accelerate direct attacks on the U.S.: Shia Islamic eschatology, or “End Times” theology.
Iran’s Ayatollah Ali Khamenei and President Mahmoud Ahmadinejad are convinced that the End of Days has come. They believe the Shia messiah known as the “Twelfth Imam” or the “Mahdi” will appear soon to establish a global Islamic kingdom known as the caliphate.
What’s more, they believe the way to hasten the coming of the Twelfth Imam is to annihilate Israel (which they call the “Little Satan”), and the United States (which they call the “Great Satan”). We should not, therefore, be surprised that Iran is probing for weaknesses in American intelligence and homeland security.
Khamenei told Iranians in July 2010 that he personally met with the Twelfth Imam. He also claimed to be the personal representative of the Mahdi on earth, and said all Muslims must “obey him.” Meanwhile, Western intelligence agencies say he continues to work with Ahmadinejad and the Iranian military to develop nuclear warheads and the ballistic missiles to deliver them.
Much of the media has focused on Iran’s threats to wipe Israel “off the map.” But journalists have generally ignored the fact that the Iranian regime is equally determined to destroy the United States.
On October 26, 2005, for example, Ahmadinejad said, “God willing, with the force of God behind it, we shall soon experience a world without the United States and Zionism.”
On June 2, 2008, Ahmadinejad said, “Today, the time for the fall of the satanic power of the United States has come, and the countdown to the annihilation of the emperor of power and wealth has started.”
Iran’s leaders actually believe that the destruction of the U.S. is foreordained, just as the Soviet Union’s implosion was predetermined. They see U.S. economic weakness as a sign that the end of America is near.
Other signs include President Obama’s political weakness in the polls and his unwillingness to use force against Iran even after the Iranian murder of Americans in Iraq, Afghanistan, Saudi Arabia and Lebanon over the years.
            Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu sees the gravity of the situation. “The Obama presidency has two great missions: fixing the economy, and preventing Iran from gaining nuclear weapons,” he told The Atlantic magazine in March 2009. “You don’t want a messianic apocalyptic cult controlling atomic bombs,” Netanyahu said of the Iranian leadership. “When the wide-eyed believer gets hold of the reins of power and the weapons of mass death, then the entire world should start worrying, and that is what is happening in Iran.”’ Unfortunately, Netanyahu hasn’t seen the Obama administration strengthen the American economy or take decisive measures to stop Iran from getting the Bomb, and he is getting anxious. “The international community must stop Iran before it’s too late,”
          Netanyahu warned in his United Nations speech last month. “If Iran is not stopped, we will all face the specter of nuclear terrorism, and the Arab Spring could soon become an Iranian winter….The world around Israel is definitely becoming more dangerous.”
To truly understand how just how dangerous Iran’s regime really is, American leaders need to better understand Shia eschatology.
          The Twelfth Imam was a real, flesh-and-blood person who, like the eleven Shia leaders who went before him, was an Arab male, a direct descendent of the founder of Islam, and was thought to have been divinely chosen to be the spiritual guide and ultimate human authority of the Muslim people. His actual name was Muhammad Ibn Hasan Ibn Ali, and it is generally believed by Shias that he was born in Samarra, Iraq, in AD 868. At a very young age, however, Ali vanished from society. Some say he was four years old, while others say five and some say six. Some believe he fell into a well in Samarra but his body was never recovered. Others believe the Mahdi’s mother placed him in the well to prevent evil rulers from capturing him and killing him, and that little Ali subsequently became supernaturally invisible.
               This is where the term “Hidden Imam” is derived, as Shias believe that Ali is not dead but has simply been hidden from the sight of mankind – Shias refer to this as “occultation” – until the End of Days, when Allah will reveal him once again.Shias believe the Mahdi will return in the last days to establish righteousness, justice, and peace. When he comes, they say, the Mahdi will bring Jesus with him. Jesus will be a Muslim and will serve as his deputy, not as King of kings and Lord of lords as the Bible teaches, and he will force non-Muslims to choose between following the Mahdi or death.

By most accounts, Shia scholars believe the Mahdi will first appear in Mecca and conquer the Middle East, then establish the headquarters of his global Islamic government—or caliphate—in Iraq. But there is not universal agreement. Some believe he will emerge from the well at the Jamkaran Mosque in Iran and then travel to Mecca and Iraq. Some say that he will conquer Jerusalem before establishing his caliphate in Iraq. Others believe Jerusalem must be conquered as a prerequisite to his return. None of this is actually written in the Kuran, and Sunnis reject this eschatology.  But one thing that is fairly well agreed upon among devout “Twelvers” is that the Mahdi will end apostasy and purify corruption within Islam.

He is expected to conquer the Arabian Peninsula, Jordan, Syria, “Palestine,” Egypt and North Africa, and eventually the entire world. During this time, he and Jesus will kill between 60 and 80 percent of the world’s population, specifically those who refuse to convert to Islam.
Ayatollah Ibrahim Amini, a professor at the Religious Learning Centre in Qom, wrote a noteworthy book entitled, Al-Imam al-Mahdi, the Just Leader of Humanity, describing the connection between Shia eschatology and Iranian foreign policy. “Those who persist in their disbelief and wickedness shall be killed by the soldiers of the Mahdi,” wrote Amini. “The only victorious government in the entire world will be that of Islam, and people will devotedly endeavor to protect it. Islam will be the religion of everyone, and will enter all the nations of the world. . . .The Mahdi will offer the religion of Islam to the Jews and the Christians; if they accept it they will be spared, otherwise they will be killed. . . . It seems unlikely that this catastrophe can be avoided. . . . Warfare and bloodshed [are] inevitable. . . The Imam of the Age and his supporters will overcome the forces of disbelief and godless materialism by undertaking jihad.”

In light of such End Times theology, we shouldn’t be surprised that the Iranian regime is taking a more aggressive posture towards the U.S. and Israel. Instead, we should be taking decisive measures to prevent Iran from blind-siding us in the not-too-distant future with a nuclear terrorist attack or even an electromagnetic pulse (EMP) attack.
Unfortunately, most of Washington and the world’s leadership is asleep to the prospect of this gathering storm. It is time to wake up, before it’s too late.
Joel C. Rosenberg is the author of eight New York Times best-selling books about the Middle East. His most recent political thriller is “The Tehran Initiative.” 

Prediksi : Eropa Segera Memasuki Zaman Es

Para ilmuwan memprediksi daratan Inggis dan benua eropa akan mengalami ‘zaman es‘ dalam waktu beberapa dekade ke depan. Nantinya di semua jalan yang ada di Inggris akan tertutup dengan lapisan es. “Suhu rata-rata di Inggris kini mencapai dua derajat celcius (C),” ujar Mike Lockwood, profesor fisika ruang antariksa di Reading University.

Hal ini dipengaruhi oleh bintik matahari
(Sunspots) yaitu lubang gelap yang terlihat pada permukaan matahari yang disebabkan oleh bidang kecil dari aktivitas magnetik yang mengganggu aliran normal gas sehingga menghasilkan panas yang lebih intens. Tapi tahun lalu, Profesor Lockwood bersama timnya menemukan, bahwa penurunan bintik matahari dapat memblokir angin yang dapat membuat eropa tidak terlalu dingin saat musim dingin tiba. Mereka melihat melihat data aktivitas matahari selama 9.300 tahun terakhir dengan menggunakan data Met Office.

Temuannya telah diterbitkan oleh Institute Fisika (IoP) dan menunjukan bahwa, dalam 50 tahun ke depan terdapat satu dari sepuluh kesempatan di mana matahari akan kembali dalam kondisi pada tahun 1645 dan 1715, ketika itu sungai Thames, di London secara berkala membeku, seperti halnya laut Baltik. Hal tersebut dikenal dengan istilah maunder Minimum, selama ini astronom tidak bisa melihat bintik matahari dan Eropa akan menghadapi musim dingin yang sangat luar biasa yang dikenal dengan Zaman Es. Temuan Profesor Lockwood bisa berarti musim dingin yang akan datang akan terjadi dibawah suhu 2,5 derajat C, hal ini sangat jauh sekali dengan kedaan musim dingin di Inggris saat ini yang bersuhu paling rendah hanya 5 derajat C.

Selama bulan Juni ada tiga studi berbeda mengenai aktivitas sunspot. Namun, semuanya sepakat menyimpulkan bahwa aktivitas sunspot akan menurun selama 10 tahun ke depan. “Kenaikan aktivitas sunspot berikutnya akan terjadi mengikuti siklus 11 tahunan, namun tidak akan sekuat biasanya bahkan mungkin tidak terjadi sama sekali,” penemuan ini dipresentasikan pada pertemuan divisi fisika matahari di American Astronomical Society. Mereka menambahkan,”Penurunan pemanasan global mungkin akan terjadi setelah tahun 2020. Perkiraan tersebut diharapkan jika bintik matahari menghilang selama bertahun-tahun, bahkan mungkin beberpa dekade. 
Ingatkah pelajaran di Sekolah Menengah tentang Zaman es? Kisah ini merupakan petunjuk bahwa Planet Bumi senantiasa mengalami perubahan periodic. Dan yang dimaksud bukan hanya perubahan kutub saja. Ingat fosil gajah mammoth beku yang ditemukan di Kutub? Saat diteliti, dalam lambungnya masih ada tanaman tropis yang baru saja dimakan. Ini membuktikan, mammoth tersebut membeku dalam sekejap! Istilah zaman es bukan berarti perubahan yang bertahap tapi instant
Ingat film “The Day After Tommorow”? Kirakira secepat itulah pergerakan esnya! Dan ini terjadi setiap kali Planet X mendekat.
Aku akan perdalam sedikit soal Zaman Es sebelum kita lanjut ke Planet X, karena…inilah yang akan terjadi nanti.

ZAMAN ES AKAN TERULANG LAGI
Teman-teman, baca tulisanku ini dengan seksama. Ambil segelas minuman, dan baca dengan teliti…Ini SERIUS. Ini bukan bacaan sambil lewat. Kita sedang menjelang zaman es, bukan pemanasan global. Sebab :
1.Kita bukanlah penyebab terjadinya Pemanasan Global. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi.
2.17.000 orang imuwan menandatangani petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukanlah penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfir kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan suhu laut. Dan naiknya temperature laut disebabkan meningkatnya gempa dan aktivitas vulkanik.
3.Selama ini kita belajar di sekolah bahwa Zaman Es hanya terjadi sekali dalam sejarah. Tapi, nyatanya, Zaman es terjadi beberapa ratus kali.
4.Matahari bersifat elektromagnetis. Inilah yang mengakibatkan timbulnya bintik matahari, yang terus bertambah. Bumi juga bersifat elektromagnetik. Pada waktuwaktu tertentu, kutub magnetic akan berubah. Dan perubahan ini diakibatkan perubahan pada tata surya kita.
5.Di masa lalu, saat perubahan kutub terjadi, dibarengi juga dengan aktivitas vulkanik, gempa, zaman es dan kepunahan. Terjadi secara serentak. Perubahan ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Bayangkan, dalam satu malam, suhu bisa turun 20 derajat!
6.Zaman es berulang secara periodik setiap 11.500 tahun.
7.Satu inci hujan menghasilkan 10 inci salju. Di tahun 2007 ini, Colorado tertutup salju setinggi 30 kaki dalam satu kali badai saja. Baca kisahnya di www.iceagenow.com/Record_Lows_2007.htm
8.Saat ini, Kutub Artik memiliki suhu yang cukup dingin untuk mengakibatkan Zaman Es. Yang dibutuhkan Cuma tambahan kelembaban sedikit saja, untuk menghasilkan lebih banyak salju. Saat ini dengan meningkatnya temperatur air laut akibat pergerakan vulkanik, kelembaban semakin meningkat di Kutub Artik.
9.Untuk melihat daftar Glasir (glacier) yang mulai terbentuk saat ini, lihat situs www.iceagenow.com Data ini tidak dimuat oleh media massa. Besar kemungkinan, kita semua akan mengalami Zaman es.
10.Film “An Inconvenient Truth”nya Al Gore menyesatkan banyak orang. Informasi yang benar dalam film tersebut hanya soal semakin meningkatkan temperature air laut akan memicu kemunculan Zaman Es dalam waktu sekejap.